Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik Karawang

Blog ini dibuat sebagai persembahan saya untuk Paroki Kristus Raja di Karawang.

Monday, May 23, 2016

Melihat Keluarbiasaan

Melihat Keluarbiasaan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dalam suatu kesempatan di kelas pelatihan untuk para trainer, kawan muda Prasetya M. Brata yang belum lama memposisikan diri di masyarakat sebagai mind provocateur, menggelitik pikiran saya dengan mengatakan, “Kalau Bang Harefa itu disebut-sebut sebagai guru biasa untuk orang-orang luar biasa, maka saya ini guru luar biasa untuk orang-orang biasa”.

Saya hanya tertawa saja mendengar gurauan provokatif itu. Namun ketika saya memilih menyebut diri (antara lain) sebagai “guru biasa untuk orang-orang luar biasa”, sejak beberapa tahun silam, saya tidak sedang bergurau. Frasa itu saya pilih dengan hati-hati dan penuh pemikiran yang mendalam. Frasa “guru biasa untuk orang-orang luar biasa” mencerminkan pandangan pribadi saya tentang apa yang diperlukan untuk menjadi seorang trainer andalan (superb trainer). Kualifikasi terpenting untuk menjadi trainer andalan bukanlah atribut akademis atau gelar kesarjanaan yang panjang berderet-deret. Juga bukan sertifikasi yang berlapis-lapis dari berbagai lembaga tingkat nasional dan internasional. Kualifikasi yang terpenting untuk menjadi trainer andalan bukan soal berapa berat dan tinggi badan; bukan tata busana yang memesona orang lain; bukan pula suara yang mikrofonik seperti penyiar radio yang jadi idola pendengarnya. Semua itu—gelar, sertifikasi, berat
... baca selengkapnya di Melihat Keluarbiasaan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tuesday, May 17, 2016

Homili Sri Paus Fransiskus sangat BAGUS sebagai pegangan menjalani hidup !!!

MENJADI MANUSIA YANG BAHAGIA !!!

Alih bahasa oleh Rm. Ignatius Ismartono, SJ

"Engkau mungkin memiliki kekurangan, merasa gelisah dan kadangkala hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini. Hanya engkau yang sanggup menjaga agar tidak merosot. Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu dan mencintaimu.

Aku ingin mengingatkanmu habwa menjadi bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa musibah, atau bekerja tanpa merasa letih, ataupun hubungan tanpa kekecewaan. Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman disaat ketakutan, mencari kasih disaat perselisihan.

Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi juga mengolah kesedihan. 
Bukan hanya mengenang kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan.
Bukan hanya bergembira karena menerima tepuk tangan meriah, tetapi juga bergembira meskipun tak ternama.

Menjadi bahagia adalah mengakui bahwa hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat krisis. 

Menjadi bahagia bukanlah sebuah takdir, yang tak terelakkan, melainkan sebuah kemenangan bagi mereka yang mampu menyongsongnya dengan menjadi diri sendiri.

Menjadi bahagia berarti berhenti memandang diri sebagai korban dari berbagai masalah, melainkan menjadi pelaku dalam sejarah itu sendiri.
Bukan hanya menyeberangi padang gurun yang berada diluar diri kita, tapi lebih dari pada itu, mampu mencari mata air dalam kekeringan batin kita.

Menjadi bahagia adalah mengucap syukur stiap pagi atas mukjizat kehidupan.

Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita. Melainkan bagaimana membawa diri kita. Untuk menaggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak.
Untuk memiliki rasa mantab ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil.

Dengan mencium anak-anak, merawat orang tua,menciptakan saat-saat indah bersama sahabat-sahabat, meskipun mereka pernah menyakiti kita.

Menjadi bahagia berarti membiarkan hidup anak yan bebas, bahagia dan sederhana yang ada dalam diri kita; memiliki kedewasaan untuk mengaku "Saya Salah", & memiliki keberanian untuk berkata "Maafkan Saya"...

Memiliki kepekaan untuk mengutarakan "Aku membutuhkan kamu"; memiliki kemampuan untuk berkata "Aku...

Dengan demikian hidupmu menjadi sebuah taman yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia.

Di musim semi-mu, jadilah pencinta keriangan. Di musim dingin-mu, jadilah seorang sahabat kebijaksanaan.

Dan ketika engkau melakukan kesalahan, mulailah lagi dari awal. Dengan demikian engkau akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan.

|Dan engkau akan mengerti bahwa kebagaiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan untuk menyirami toleransi, menggunakan kehilangan untuk lebih memantapkan kesabaran, kegagalan untuk mengukir ketenangan hati, penderitaan untuk dijadikan landasan kenikmatan, kesulitan untuk membuka jendela kecerdasan.

Jangan menyerah ... Jangan berhenti mengasihi orang orang yang engkau cintai... Jangan menyerah untuk menjadi bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan.

Dan engkau adalah seorang manusia yang luar biasa !!!"

Dikirim oleh Surjanto.

Renungan Harian: Kisah Ban Mobil Kempes

Selasa, 17 Mei 2016

Kisah Ban Mobil Kempes

Dikirim Oleh: ......

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan.

Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan.

Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pia ini akan melukainya? Pria kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda mrasa hangat! Ngomong-ngomong nama saya Bryan Anderson."

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk.

Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu.

Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Lois dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanit itu.

Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapatkan bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu.

Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ita berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seanddainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutukan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai waktu wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman keitak ia pulang ker rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil,m dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah.

Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan haduk bersih untuk mengelap rambut wanita iu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak ddapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. 

Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran.

Wanita lanjut itu heran bagaimana pwlayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu.

Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu. 
Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu"

"Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engaku lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. 

Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanitu itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan?

Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.
Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika sumunya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan,
"Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"

RENUNGAN:
Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah maka engaku diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda!

Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada...


Dibalik Kesuksesan dan Kebahagiaan Hidup Pria dan Wanita

Dibalik Kesuksesan dan Kebahagiaan Hidup Pria dan Wanita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada cinta, perhatian dan penghargaan dibalik kesuksesan dan kebahagiaan pria dan wanita. Tak heran jika sampai ada pepatah mengatakan bahwa di belakang seorang pria hebat pasti ada seorang wanita yang hebat. Begitupun sebaliknya, karena wanita dan pria diciptakan untuk saling melengkapi.

Contohnya dalam kehidupan Barrack Husein Obama, presiden AS terpilih ke-44. Tak hanya satu tetapi 3 wanita yang berperan besar terhadap kehidupan pria yang sedang hangat dibicarakan dunia akhir-akhir karena begitu diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah peperangan, inflasi, krisis keuangan global dan menorehkan sejarah baru di AS maupun dunia. Ibu, nenek dan istrinya sangat berpengaruh terhadap sikap, pola pikir, hingga proses ia terpilih menjadi presiden pada tanggal 5 Oktober 2008 lalu.

Barrack Husein Obama adalah putra Ann Dunham, seorang wanita asal Wichita Kansas. Ibunya dikenal pandai bergaul dan mengedepankan pendidikan putra-putrinya. Oleh sebab itu, pada tahun 1972 ia membawa Obama kembali ke Honolulu-Hawaii untuk belajar dan diasuh neneknya. Obama dianggap mewarisi kepintaran ibunya dalam bergaul dan berbahasa.

Madelyn Dunham adalah wanita yang banyak mempengaruhi pola pikir dan sikap Obama. Wanita tersebut sangat realitis, disiplin, dan hanya b
... baca selengkapnya di Dibalik Kesuksesan dan Kebahagiaan Hidup Pria dan Wanita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wednesday, May 11, 2016

Miss Eum nya Tak Mau Neneng Foto

Miss Eum nya Tak Mau Neneng Foto Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Jangan takut… karena rasa takut itu hanya bayangannya saja yang besar, seperti David menang melawan raksasa besar bernama Goliath itu tak akan terjadi tanpa keberanian yang besar!”

Jumat 14 oktober 2011 pukul 04 sore
Satu Tahun Tujuh belas Hari Sepuluh jam lewat Tiga puluh menit sudah aku bekerja di PT keenlee Indonesia dengan jabatan sebagai disign komputer “MARKER”, hmmm waktu begitu cepat… ini detik-detik terakhirku…

Dulu aku selalu berpendapat “waktu terus berjalan” dan ternyata pendapatku salah, waktu tak pernah berjalan, tetapi waktu terus berlari “time is running! time is running!” begitu cepat berlari.
Kalaupun sebagian orang Indonesia mempunyai istilah “slow but sure” lambat asal selamat, istilah itu sama sekali tidak mendasar bagiku.
Coba, berapa orang yang “Mati” dalam sebuah kecelakaan akibat “LAMBAT” ditangani oleh Dokter, atau seorang lelaki yang “patah hati dan menyesal” akibat “LAMBAT” melamar kekasihnya yang keburu dilamar oleh orang lain, dan aku tak kan pernah lupa, pertama kali aku menan
... baca selengkapnya di Miss Eum nya Tak Mau Neneng Foto Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Monday, May 9, 2016

RENUNGAN MENYATUNYA HATI!!

Persembahan bagi Tuhan kita, "Nuwun Sewu Gusti, Kulo Bade Resik-Resik...."

Suatu hari di Smarang setelah kebetulan ikut misa katholik harian pagi, seperti biasa aku duduk di dpn gua Bunda Maria...stlah selesai berdoa aku cma duduk berdiam aja disitu...

Tiba-tiba aku tertarik mlihat seorang wanita setengah baya. Kalau tidak bisa dikatakan sudah sepuh...
Berjalan tertatih sudah agak membungkuk dengan kemocengan ditangan dan serbet seadanya di pundak.

Sang wanita, datang menghampiri patung, dan berkata. "Gusti Yesus. Gusti Maria...nyuwun sewu kulo bade resik-resik...!!!"
["Gusti Yesus...Gusti Maria...mohon maaf, permisi...saya mau bersih-bersih...!!!"]

Aku tertegung & secara tidak sadar tertarik dg apa yang dilakukan si ibu.

Perlahan [karena faktor umurnya mungkin] dia mulai membersihkan area sekitargua, menghilangkan debu yang ada ,,, membersihkan sisa-sisa lelehan lilin ... mengganti karangan bunga yang sudah tampak layu..
Sekitar 1/2 jam berlalu ... si ibu lalu selesai melakukan pekerjaannya.
Sebelum meninggalkan tempat bekerjanya, si ibu berkata lagi. "Gusti Yesus ... Gusti Maria ... sampun, kulo smpun rmpung ... mugi-mugi berkenan. Kulo badhe nymut damel, nywun pangestu, nggih..!!"

"Gusti Yesus ... Gusti Maria ... sudah, saya sudah selesai ...mudah-mudahan berkenan. Saya mau bekerja ... minta restunya ..."

Sekali lagi aku terpana ... doa yang sangat sederhana dari seorang yang juga sengat sderhana tapi semua mencerminkan kepasrahan yang sangat dalam buatku ...

Aku tertarik ... jiwa isengku kumat ... aku ikutin si ibu.
Di halaman gereja yang juga bersebelahan dengan sebuah sekolah katholik yang cukup ternama di kota itu, ternyata beliau menggelar jualannya ... si ibu jualan nasi pecel.

Agak jauh aku terus perhatikan si ibu.

Setelah beliau selesai dan siap berjualan. Langsung aku datangi dia .. Aku ingin tahu dia lebih jauh dan sekalian sarapan pikirku ...
Basa-basi sebentar dan sambil nunggu pesanan aku coba ajak ngobrol beliau : [pake bahasa indonesia saja ya .. Biar tidak mumet, pakai bahasa Jawa .. ]

"Memang biasa bersih-bersih di gereja to bu ...???"

"Iya mas ... sudah terbiasa dari dulu."

"Sudah berapa lama bu ... ???"

"Wah mas sejak gadis ..."

Wuih. Sudah lama banget itu pasti pikirku ... aku makin iseng untuk pengen tahu.

"Koq tadi tidak sekalian ikut misa pagi to bu ... ??? Dan aku kayanya tidak pernah liat ibu selama ini ..... misa"

Si ibu senyum. Sambil ngasih nasi pecel pincu'an pesenanku ... sambil terus beliau ngomong.

"Saya muslim mas ..."

Deg ... bengong aku dengarnya. Lama aku pegang tuh nasi pecel sambil bengong ngeliatain si ibu. Tidak karuan rasanya hati ini.

"Dari muda aku sudah jualan ditempat ini mas. aku dapat rejeki di tempat ini ... kan tidak ada salahnya aku ingin menunjukkan rasa terima kasihku pada Yang Punya Tempat Ini. Aku ga salah to mas ...?!?"

 Aku gelagepan ditanya gitu. "Wah ya tidak ... to bu. Ibu hebat banget ... Ibu dibayar ... ?!?"

"Saya tidak pernah minta itu mas. Saya ikhlas melakukannya ... Sekedar menunjukkan rasa terima kasih saya. Tapi sekitar 5 tahun ini Romo Maringi memberi saya 100rb sebulan ..."

"Putra berapa bu ... ???"

"3 mas. 1 laki dan 2 perempuan sudah selesai semua mas ..."

"Maksud ibu ... ???"

"Yang perempuan dua-duanya sudah nikah dan hidupnya lumayan. yang laki 4 tahun lalu sudah lulus sekarang sudah kerja ..."

"Lulus apa bu ... ???"

"Ekonomi mas ... sarjana. Tapiii.... Mas, ibu nggak ngerti mas masalah itu... Apa itu ekonomi, sarjana. Yang penting mereka semua sudah bisa nguripi [menghidupkan] hidup mereka sendiri-sendiri. Saya sekarang tetep jualan karena memang ini yang cuma saya bisa mas ... Tidak pengen nganggur dirumah ..."

"Nyuwun sewu ... bapak masih ada bu ... ?

"Masih mas. tuh mbecak ... mangkalnya juga disini ..."

Aku bengong. Tidak bisa berkata-kata. Nunduk sambil makan. Tiba-tiba si ibu ngomong lagi.

"Mungkin saya keliatan aneh ya mas ... saya muslim ... saya sholat tapi saya masuk ke gereja, mungkin bahasa mas saya berdoa disana ... saya sendiri tidak ngerasa berdoa disana ...
Saya cuma minta ijin dan minta restu saja. Tapi mungkin ini bisa buat mas bawa pulang nanti, kalau Tuhan itu ada dimana-mana, dan Dia itu untuk siapa aja, tidak pernah membeda-bedakan. Manusia saja mas yang senengnya membeda-bedakan. Maaf ya mas, kalau saya salah ... tidak pernah nyicipin bangku-sekolah."

"Tidak bu. Ibu tidak salah ... Ibu hebat .. Bahkan mungkin dari orang yang paling pinter sekalipun. Beruntung saya bisa ketemu ibu."

Aku tidak sanggup ngomon apa-apa lagi ..
Setelah itu aku pamit ...
aku berjalan kaki pulang ke tempat aku tinggal dan hari itu tidak habis rasa kagumku pada si ibu. dan hari itu tidak habis rasa kagumku pada si ibu. Dengan kesederhanaannya ... beliau mengajarkan aku dan menunjukkan aku satu hal yang sangat luar biasa.

*Tuhan ada dimana-mana..
*Tuhan ada buat semua orang ...
*Selama kita pasrah. berserah, percaya dan tulus meminta padaNya ...

Dia pasti menunjukkan jalan buat kita ...

Berkah Dalem kagem, Mbok-Mbok ingkang sami bakul pecel ........... Tksh prosa ini telah dibaca, semoga menyentuh nurani yang senantiasa 'damai'. Amin...

Sunday, May 8, 2016

Renungan Minggu, 8 Mei 2016

Renungan Minggu, 8 Mei 2016 Hari Minggu Paskah VII

Bacaan I : Kis 7:55-60

“Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”
7::55 Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Srefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 7:56 Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” 7:57 Maka berteriak-teriaklah para anggota mahkamah, dan sambil menutup telinga serentak menyerbu Stefanus. 7:58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. 7:59 Sementara dilempari batu, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku!” 7:60 Dan sambil berlutut Stefanus berseru dengan suara nyaring, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah Stefanus.
Mazmur 97:1.2b.6.7c.9
Refren: Segala bangsa bertepuktanganlah, berpekiklah untuk Allah raja semesta.
*    Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya!
*     Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
*     Sebab Engkaulah, ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.
 Bacaan II : Why 22:12-14.16-17.20
  “Datanglah Tuhan Yesus!”
22:12 Aku, Yohanes, mendengar suara yang berkata kepadaku, “Sesungguhnya Aku datang segera, dan Aku membawa upah untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya. 22:13 Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” 22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota yang turun dari surga, dari Allah. Aku mendengar pula suara yang berkata,                        22:16 “Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah Tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang gemilang.” 22:17 Roh dan pengantin perempuan itu berkata, “Marilah!” Barangsiapa haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”                                                                       22;20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini berfirman, “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Bacaan Injil: Yoh 17:20-26
“Supaya mereka sempurna menjadi satu.” 
17:20 Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga ada di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 17:22 Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. 17:24 Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 17:25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; 17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka, dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”
Renungan
Berani mengatakan yang benar dan menyatakan yang salah.
Banyak orang tidak mau memberikan peringatan apalagi mengatakan kesalahan mereka, demi menyenangkan orang lain. Alasannya karena menegur orang lain mengandung risiko (ay. 54). Tetapi Stefanus, dalam kesaksiannya, telah mengingatkan mereka akan pekerjaan-pekerjaan yang telah Allah lakukan kepada nenek moyang mereka, sekaligus menyatakan ketidaktaatan mereka. Untuk kesekian kalinya, perkataan Stefanus membangkitkan amarah anggota-anggota Mahkamah Agama yang mendengarkan.
Penuh dengan Roh Kudus. Ketika seseorang berani mengatakan yang benar dan menyatakan yang salah, maka akan timbul reaksi marah dan berontak. Stefanus mengalaminya. Setelah Stefanus berkhotbah, orang-orang yang mendengar langsung menyeretnya keluar dan melemparinya dengan batu. Alkitab mengatakan bahwa ketika itu Stefanus dipenuhi Roh Kudus, maka dalam keadaan sulit ia tetap berserah kepada Tuhan dan berdoa mohon pengampunan bagi orang-orang yang berbuat jahat kepadanya. Sikap Stefanus ini mengingatkan kita kepada sikap Yesus ketika menghadapi penderitaan. Ketika itu Yesus juga mendoakan orang-orang yang menganiaya-Nya. Teladan Yesus nyata dalam hidup Stefanus yang berani menderita demi kebenaran.
Mazmur, Tuhan adalah Raja!
Pemazmur menggambarkan betapa bumi bersorak, bila Allah datang memerintah. Kelaliman dimusnahkan, dan kesejahteraan ditegakkan. Suatu pemerintahan yang didambakan rakyat! Di dalam pemerintahan kerajaan Allah, Kristus duduk di atas takhta sebagai Raja. Bagi umat yang percaya dan setia, Dia Pembawa sukacita besar; tetapi bagi mereka yang menyelewengkan kekuasaan, menindas rakyat bahkan cenderung tidak mau mengakui kewibawaan Tuhan sebagai Raja, kedatangan-Nya merupakan suatu kengerian dan mereka akan dipermalukan. Syair Isaac Watts dalam sebuah kidung Natal sungguh menggambarkan hal ini:”Hai dunia gembiralah dan sambut Rajamu; … Hai dunia elukanlah Rajamu Penebus; … Dialah Raja semesta, benar dan mulia” .
Celakalah yang menjadi musuh Tuhan. Kuasa yang menegakkan hukum dan keadilan Allah tengah bekerja menuju puncak kemenangan-Nya. Cahaya kemenangan pun terbit atas umat-Nya. “Mari serukanlah kemenangan-Nya, bencilah kejahatan.” Dan celakalah mereka yang tidak hanya menolak masuk kerajaan-Nya dan menyembah-Nya, tetapi juga merintangi orang lain untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Mat. 23:13). Kengerian dan malapetaka akan menimpa mereka.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk sukacita di dalam Kristus.
Bacaan Wahyu, Penghiburan dan penguatan
Wahyu ditulis oleh Yohanes atas perintah Tuhan Yesus untuk menguatkan umat Tuhan yang sedang menghadapi penganiayaan yang kian hari kian berat. Intisari kitab Wahyu adalah bahwa Allah berdaulat atas sejarah dunia ini. Kuasa Iblis yang memakai pemimpin dan budaya dunia untuk menyesatkan umat manusia, tetap ada di bawah kendali Sang Pencipta dan Pemilik. Kristus telah memastikan bahwa semua rencana Allah bagi dunia dan bagi keselamatan umat-Nya tercapai dengan sempurna.
Pada perikop penutup ini sekali lagi Yohanes mendapatkan penegasan bahwa baik semua yang ia lihat dan catat, maupun yang tidak dicatatnya adalah tepat, setepat firman-Nya di Perjanjian Lama (6). Oleh karena itu, siapapun yang tidak percaya dan menolak firman-Nya, memang sudah dihakimi secara adil (11), yaitu mereka yang tetap tinggal dalam keberdosaan mereka (15). Sebaliknya, mereka yang percaya akan memperoleh upah percayanya itu yang dijaminkan oleh Kristus sendiri (12, 16). Merekalah yang diundang untuk menikmati kehidupan sejati kekal bersama Allah di surga mulia (17).
Pentingnya firman Tuhan ini bagi penghiburan dan penguatan umat Tuhan di sepanjang zaman ditegaskan melalui peringatan keras untuk tidak mengubah pesan Tuhan ini (18-19). Baik menambah maupun menguranginya, adalah sama dengan mengingkari hikmat dan kedaulatan Tuhan. Kita dipanggil untuk bersandar penuh pada Tuhan, dengan tidak mengompromikan firman-Nya dengan hikmat kita, apalagi menafsir menurut keinginan dan kepentingan sendiri. Wahyu diberikan bukan untuk umat berspekulasi mengenai masa depan melainkan untuk menolong umat Tuhan menghadapi situasi sulit yang bersifat kontra kebenaran dan antiKristus.
Renungkan: Yang kita butuhkan bukan membaca peta zaman pembuka rahasia masa depan, melainkan menaati firman-Nya, pedoman terpercaya menjalani hidup masa depan.
Injil hari ini, BERSATU, BUKAN BERSETERU 
Ada suatu ungkapan yang tidak asing di telinga kita, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Ungkapan ini mengandung pesan mendalam dan ajakan yang sangat baik, yaitu agar kita bersatu sehingga dapat menghadapi tantangan dan godaan apa pun bersama-sama. Selain itu, agar kita mengalami kedamaian, kerukunan, kasih sayang dan sukacita dalam hidup bersama. Dalam komunitas yang majemuk dan heterogen, kita ingin dan berusaha untuk bersatu dan bukan berseteru.
Sayang, bagi sebagian orang pemersatuan dan kesatuan dalam hidup bersama belum tentu menjadi pengalaman yang membawa damai dan membahagiakan. Bisa jadi, bukan karena pemersatunya yang tidak membahagiakan, tetapi karena menyamakan begitu saja antara hidup bersama dan pemersatuan tersebut sehingga orang sulit memahami dengan benar arti pemersatuan dan kesatuan itu sendiri. Maka, baiklah kita sadari bersama betapa penting dan mendalamnya arti sebuah kesatuan dalam hidup bersama sebagai umat beriman.
Melalui doa yang disampaikan Yesus dalam Injil, kita bisa merasakan bahwa Dia menghendaki agar kita bersatu dan selalu merindukan untuk bersatu. Yesus berdoa bagi kesatuan para murid dengan diri-Nya serta kesatuan di antara para murid-Nya. Dari doa Yesus itu pula kita mengetahui bahwa yang menjadi model kesatuan adalah seperti yang dialami bersama dengan Bapa-Nya, yakni kesatuan sempurna antara Yesus dan Bapa-Nya. Tidak hanya menjadi model, tetapi menjadi tujuan hidup kita. Dengan begitu, kerinduan untuk bersatu itu akan muncul, ada daya dorong untuk mengalami kesatuan yang sama. Pasalnya, kesatuan sempurna itu sungguh membahagiakan. Bahkan, bila Yesus menjadi pokok dari kesatuan di antara kita, maka kesatuan itu sudah membahagiakan sejak di dunia ini.
Di pekan terakhir masa Paskah ini, Gereja menunjukkan inti panggilan hidup kita sebagai orang beriman, yakni bahwa kita semua diundang untuk mencapai persatuan cinta kasih sempurna dengan-Nya. Untuk itu, kita mesti mempersiapkan diri sejak kini dan memulainya dari saat ini. Kapan dan di mana pun kita berada, kita mengusahakan kesatuan itu dalam hidup bersama. Terlebih dalam lingkup yang lebih kecil, yakni keluarga atau komunitas. Kebersatuan itu bukan meniadakan perbedaan dan tidak untuk mengumpulkan perbedaan. Tetapi, seperti halnya dalam peristiwa kemartiran Stefanus dalam bacaan pertama (Kis 7:55-60), kesatuan itu bermula dari kasih dan kemuliaan Yesus. Demi kasih-Nya yang besar, kita mau berkorban bagi sesama. Demikian pula, demi kemuliaan-Nya kita mau berdoa dan mendoakan sesama, meskipun telah menyakiti dan melukai kita.
Dalam semangat Paskah, kita jauhkan perpecahan, pertengkaran yang tiada ujungnya, kehidupan yang mengedepankan ego, amarah yang tak beralasan, fitnah dan berkurangnya nilai kejujuran. Mari kita terus mengusahakan kesatuan atas dasar cinta kasih Yesus yang bangkit, Dia yang menanti dan mengharapkan kita semua untuk menikmati kesatuan sempurna dalam kuasa Roh Kudus.
DOA: Roh Kudus Allah, pada hari-hari menjelang Hari Raya Pentakosta, penuhilah diri setiap umat Allah dengan pengalaman akan kasih-Nya. Gantikanlah rasa takut dan keserakahan kami dengan kasih kepada Allah Tritunggal Mahakudus, sehingga kami dapat menjadi satu dengan Allah dan satu dengan semua saudari dan saudara kami. Bangkitkanlah kami sebagai saksi-saksi bagi dunia, mengundang setiap orang untuk menemukan kasih yang memiliki daya transformasi dalam diri Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin. (Lucas Margono - https://margonolucas.wordpress.com/2016/05/07/renungan-minggu-8-mei-2016/)

Translate